Kamis, 05 Juli 2018

Suratku.. (Another Random Feed)






Suratku..


Kamu bukanlah sebuah bola yang harus selalu menunggu untuk dijemput. Kamu manusia, sama sepertiku, bernafas dan memiliki logika.
Kenapa tidak kita berdua sama-sama berjuang saja, tanpa harus kau menunggu untuk kujemput. Setidaknya kamu berjalan 1/3 dan akan kuambil sisa 2/3 nya. Apakah susah untukmu?

Salah satu tulisanmu mengulas tentang Ayahmu yang bertanya kapan kau memiliki pendamping hidup, namun itu berkonfrontasi dengan percakapan aku dan Ibuku:
Aku: Bu, ternyata temen-temen kaka udah banyak yang nikah
Ibu: Ya gak apa-apa. Tapi buat kamu, janji sama Ibu harus jadi "orang" dulu
.... Sebuah kalimat yang membuat aku berpikir sejenak.
Oh, ya, aku tahu. Ibu memiliki harapan yang sangat besar atas anaknya ini. Ada banyak hal pada pundakku yang harus ku selesaikan terlebih dahulu.

Kembali pada konteks Ayahmu, tentu saja jika itu adalah orientasi jangka waktu dekatmu dan Ayahmu, bukanlah aku orangnya.
Ibarat perahu kecil yang mencoba menakhlukan hadangan ombak Samudra Hindia, tidak mungkin ini akan berhasil. Berjuta kali aku mencoba, ombak hanya akan membawaku kembali pada titik awal. Pasti.
Aku belum cukup kuat dan belum siap. Itulah maksud Ibuku yang coba ku korelasikan dengan diri ini.

Mate, jika menurutmu ini takkan berhasil, bukalah hatimu untuk yang lain.
Alexander Graham Bell pernah berkata "Jika sebuah pintu tertutup, sesungguhnya masih banyak pintu-pintu lain yang terbuka. Namun kita senantiasa kecewa meratapi pintu yang tertutup tersebut tanpa menyadari pintu lainnya"
Dalam konsteks singkat, jika pintumu dan pintuku tidak cocok, jangan kau paksakan, masih banyak pintu yang lain, cobalah.
Tapi menurutku tidak ada salahnya jika pintu yang tertutup itu tetap memberikan sapa nya padamu, setidaknya itu menurutku. Namun, jika kau tak suka, bilanglah, kujanjikan pintu ini tuk pergi dan menghilang dibalik berjuta pintu yang lain.

Mate, setidaknya inilah dunia, tak selalu sama seperti apa yang kita harapkan. Tapi tak usah diragukan, yakinlah Maha besar Tuhan telah menyimpan yang terbaik bagi kita masing-masing diujung sana. Semua kan indah pada waktunya dan mari jalani hidup ini dengan semangat seperti biasanya.

Sebuah kalimat yang ku kutip dari salah satu novel favotiku:
"Ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang wanita, tapi kau tak bisa, dan ada seseorang yang jauh lebih baik untuknya, maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendokan dia bahagia selamanya" - Giddens Ko (You're the Apple of My Eye)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar